Berita

Janji Setia Dua Manusia

Pesan singkat  yang dikirimkan pada tanggal 7 September 2017, pukul 09.56, dalam grup WhatsApp (WAG) Alumni Majalah Motor itu terbaca  10 menit kemudian. Penggalannya: “Dear friends, Insya Allah tanggal 9 Sep, Krisna dan Evry akan menikah di KUA Tebet, Jam 11 am...”

“Krisna Kasmir M, menikah? “ gumam saya dalam hati.

Lama tak mendengar kabar darinya, demi membaca pesan itu, ingatan ini seperti terlempar ke masa 17 tahun lalu. Kala itu, di Yogyakarta saat saya masih reporter mula dan Krisna termasuk fotografer senior di Majalah Motor (terbitan Gramedia Majalah),  perkara nikah ini pernah menjadi topik menarik.

“Seperti de ja vu, gue inget kita diskusi soal itu,” tulis Krisna melalui pesan langsung kepada saya.

Maka, atas  undangan itu, janji plesiran dengan anak-anak di rumah pada hari sama dengan pernikahan Krisna akhirnya diundur. Pikir saya, sekaligus bersilaturahmi dengan teman lain lantaran saya tak bisa memenuhi undangan reuni Alumni Motor pada malam Kamis (7/9).

Tibalah hari yang ditentukan, Sabtu 9 September 2017. Vario dipacu dari Ampera pukul 10.15 WIB, dan tiba di Kantor Urusan Agama (KUA) Tebet pukul 10.50 WIB. Bergegas saya, menuju aula di lantai 2 gedung milik pemerintah itu. Dalam ruangan itu, tampak handai taulan dan sanak-saudara dari kedua mempelai.  Segera saya menemui sang calon pengantin lelaki: “Wahh thank you ya sudah datang, enggak nyangka gue,” sambut Krisna.

 

 

Bergegas ia memperkenalkan dengan calon mempelai perempuan: “Bulu (begitu saya disapa) ini Evry dan ini kakaknya,” sodor Krisna. Perkenalan segera merembet hingga ke wali nikah sang mempelai perempuan. Tak lama berselang,  pemandu acara segera mempersilakan kedua mempelai untuk menempati tempat duduk. Diiringi wali nikah, saksi dan juga penghulu.

 

 

Prosesi segera dimulai, penghulu membacakan syarat-syarat nikah yang sudah dipenuhi. Pun demikian dengan mahar berupa cincin terbuat dari emas putih yang juga sudah disiapkan. Rona tegang dari kedua mempelai terlihat di wajahnya.

 

 

Suasana hening sejenak, tepat pukul 12.01 WIB, wali nikah yang merupakan adik dari almarhum ayah mempelai wanita membacakan ijab sembari menyalami tangan mempelai pria. Selang sedetik kemudian, sang mempelai Pria segera menjawab:

“Saya terima nikahnya dan kawinnya Evry Agustin Dwiarsi Binti H. Soekrisno dengan mas kawin yang tersebut, Tunai!”

“Bagaimana, sah?” tanya penghulu sesaat kemudian.

Para hadirin pun segera menjawab serempak: “Saaahhh”

 

Wajah tegang segera sirna dari kedua mempelai yang kini resmi menjadi  suami-istri. Selanjutnya sang pengantin pria membacakan sighat taklik atau janji untuk melindungi hak-hak sang istri.

Prosesi berjalan mulus, tak lebih dari 30 menit, acara akad nikah sudah terlaksana. Semua yang hadir terlihat bahagia. Meski ayah mempelai pria menitikkan airmata, saya yakini bukan air mata kesedihan. Inilah airmata kebahagiaan menghantarkan anak bungsunya mempersunting perempuan pilihannya. Sembari sungkem, kedua anak manusia ini  berjanji untuk  saling setia.

 

"Doakan gue biar tetap langgeng ya,” bisik Krisna sesaat sebelum saya berpamitan pulang.

Selamat menempuh hidup baru!!

(Ampera 2017)