Berita

Wabah Corona dan Kisah CInta dari Austria

 

Dua Maret 2020, menjadi catatan penting bagi dunia kesehatan Indonesia. Setelah warga negara Jepang terdeteksi oleh otoritas Malaysia bebebrapa hari sebelumnya, pada tanggal itu, Presiden dan Menteri Kesehatan RI, akhirnya mengumumkan adanya penderita Covid19 yang disebabkan dari virus Corona. 

 

Bumi Nusantara gempar, tiba-tiba masker penutup wajah hilang dari pasaran, hampir seluruh manusia Indonesia kini berwajah setengah, lantaran separuh lagi tertutup 'topeng'. Pun demikian cairan sanitasi tangan (hand sanitizer) raib dari seluruh toko serbaada. "Stok kosong Pak, sejak sebulan lalu," sebut kasir toko serbaada itu di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. 

 

Panic buying, perilaku yang kemudian menyebabkan barang-barang kosong. Kondisi serupa juga terjadi di supermarket kelas atas di bilangan Sudirman, Jakarta. Saking paniknya, "Depan gw ada yang beli 35 botol obat nyamuk semprot, emang beda-beda rasa gitu?" Tulisnya dalam status di media sosialnya. Padahal, superstore itu juga berlokasi di Jakarta Selatan yang dikenal sebagai tempat kaum berpunya.

 

Jakarta Selatan lokasi yang hanya berjarak kurang lebih 15 kilometer dari  rumah penderita pertama kasus virus mematikan ini. Sampai 3 Maret 2020,  The Guardian, laman berita Inggris mencatat ada 89.000 orang di seluruh dunia terinfeksi, dengan total kematian mencapai 3.000 orang. Di daratan China, tempat awal virus ini muncul) ada  80.151  kasus dengan lebih 44.000  orang diantaranya sembuh dan 2,943 (3.6%)  tewas. Korban tewas di luar China sendiri mencapai 125 .

 

Soal virus mematikan ini, tak perlulah panjang lebar saya ceritakan. Kini, informasinya bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber. Mulai jumlah terinfeks hingga berita-berita hoax yang tak jelas kebenarannya. 

 

Sementara itu, 55 tahun lalu, ditanggal sama 2 Maret, untuk kali pertama meluncurlah film The Sound of Music. Laga perdana di bioskop Rivoli, Manhattan Amerika Serikat -Rivoli juga nama bioskop di Jakarta di era tahun 1970 berisikan film-film India- ini menampilkan  film yang didasari oleh buku memoar Maria von Trapp's yang berjudul The Story of the Trapp Family Singers terbita 1949. Buku itu sebenarnya sebagai upaya Maria untuk mempublikasikan kembali kelompok nyanyi keluarganya, seepas wafatnya Georg, sang suami. 

 

Julie Andrews, pemeran Maria bermain ciamik. Mengasuh 7 anak Kapten Von Trapp yang diperankan oleh  Christoper Plumer, seorang aktor drama musikal. Kisah kasih pengasuh dan majikan ini, diselengi lagu-lagu gembira dan sedih. Twentieth Century Fox  yang membeli hak siar dan pembuatan film dari drama musikal sebesar  $1.25 juta (setara $10,8 juta di tahun 2019), membuat film ini selama 5 bulan di tahun 1964. 

 

Bintang-bintang besar dipilih untuk memainkan peran utama. Julie Andrews didapuk sebagai pemeran utama bukan tanpa saingan, ia mengalahkan Audrey Hepburn dan juga Grace Kelly kemudianmenjadi ratu di Monaco- yang moncer di masa itu. Pun demikian dengan Christoper Plummer, yang menyingkrikan Yul Brenner, Sean Connery hingga Richard Burton. 

 

Ketika pertama kali diluncurkan, film ini menuai banyak kritik. Koran The New York Time, menyebutnya sebagai film drama musikal picisan. Anak-anak yang bermain dalam film itu dianggap aktingnya dibuat-buat. Charmian Carr  yang berperan sebagai anak tertua -Liesl von Trapp- memang sesungguhnya lebih tertarik pada dunia balet, tetapi bila menyaksikan film itu, rasanya The New Yok Timer terlalu berlebihan. Pun demikian dengan Kym Karath yang berperan sebagai Gretl von Trapp, anak ke-7 yang terkecil. Ia bisa dengan ciamik mengeluarkan mimik anak kecil natural ketika tak bisa menangkap tomat yang dilempar Maria, sesaat sebelum mereka plesir ke pegunungan Alpen untuk menyanyikan lagi 'Do-Re-Mi' yang populer itu. 

 

Kritik boleh berjalan, tapi nyatanya, 'virus' The Sound of Music ini menular ke seantero dunia, termasuk ke Indonesia. Hingga cerita dan plotnya di duplikasi oleh PT Akurama Film untuk memproduksi film 'Nakalnya Anak-Anak' yang diperankan oleh Ira Maya Sopha, Dina Mariana, Ria Irawan, Ryan Hidayat dan Kiki Rizky Amelia. Zainal Abidin, yang berperan sebgai Kapten Surya, merupakn kapten kapal yang pensiun dan punya anak 6. Tanpa istri, enam anaknya diasuh Utari, seorang guru. Cerita mudah ditebak, pada akhirnya mereka menikah, persis cerita The Sound of Music. 

 

Lantas, apa hubungan antara wabah virus Corona yang melanda Indonesia dengan film Sound of Music? TIDAK ADA, kecuali tanggal pengumumannya sama, selebihnya TAK ADA HUBUNGANNYA SAMA SEKALI.   Artikel ini sekadar menyajikan dua fakta yang berbeda dalam satu tulisan sama. 

 

Jika dicermati, dari judulnya saja sudah terlihat. Pemakaian kata 'dan' sebagai indikasi, bahwa ada dua hal yang berbeda. Soal 'Wabah Corona' di depan judul,  juga sebagai stimulus, agar siapapun yang membaca judulnya, diharapkan meng-klik untuk masuk dalam laman ini. Istilah kekinian, click bait. Sesuatu yang di masa lalu dalam dunia jurnalisme sebagai riding the wave dan di masa kini menjadi 'dewa' untuk meningkatkan traffic dalam mesin pencarian internet.

 

Mohon maaf ya...

 

(Cilandak, Rajab,1441H)